Pilih Bahasa yang kamu kuasai,
Choose your language! To facilitate understanding this blog!
Powered By Blogger

Saturday, September 4, 2010

INFO CPNS LIPI 2010

- INFORMASI PENGADAAN CPNS LIPI 2010 -

Halaman ini memberikan petunjuk tertulis seluruh proses dan prosedur Penerimaan CPNS LIPI berbasis SIPC LIPI 2010. Informasi di halaman ini selalu diperbarui setiap saat, untuk itu pastikan bahwa Anda selalu mengunjungi halaman ini secara berkala, khususnya menjelang mengikuti setiap tahap Penerimaan CPNS LIPI. Karena ada kemungkinan terjadi perubahan jadwal dsb sesuai regulasi baru yang ditentukan oleh Pemerintah melalui BKN / MenPAN. Untuk mempermudah mencetak halaman ini, Anda bisa membuat versi cetak memakai tautan VERSI CETAK di bagian bawah...


Syarat CPNS LIPI

    Syarat-syarat umum :
    • Warga Negara Republik Indonesia.
    • Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
    • Memiliki integritas yang tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    • Tidak Berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri / Pegawai Negeri di instansi lain.
    • Tidak berkedudukan sebagai anggota atau pengurus partai politik.
    • Tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri atau pegawai swasta.
    • Tidak pernah dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.
    • Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan pemerintah.
    • Berkelakuan baik.
    • Sehat jasmani dan rohani.
    Selain itu dikenakan juga beberapa syarat khusus untuk CPNS LIPI :
    • Mempunyai kompetensi yang diperlukan.
    • Usia minimal 18 tahun. Usia setinggi-tingginya 27 tahun bagi pelamar berpendidikan S0; 30 tahun bagi pelamar berpendidikan S1; dan 35 tahun bagi pelamar berpendidikan S2, dan 40 tahun bagi pelamar S3. Batasan usia dihitung berdasarkan rencana penetapan TMT CPNS sesuai ketentuan MenPAN yaitu tanggal 1 Desember 2010.
    • Umur ijasah terakhir setinggi-tingginya 4 tahun untuk ijasah S0; 6 tahun untuk ijasah S1, S2, dan S3.
    • Indeks Prestasi Kumulatif minimal bagi pelamar yang berpendidikan S1, S2, dan S3 adalah 2,75; bagi pelamar yang berpendidikan S0 adalah 2,70 dengan skala 4,00.

    Dokumen-dokumen yang dipersyaratkan :

    • Pada saat registrasi online :
      • Pasfoto.
      • Fotokopi ijasah pendidikan terakhir yang dilegalisir.
        Untuk proses penerimaan CPNS, dipersyaratkan Ijasah Pendidikan terakhir, sedangkan Surat Tanda Kelulusan TIDAK BERLAKU. Untuk pelamar lulusan dari luar-negeri, diwajibkan melampirkan Surat Keterangan Penyetaraan Ijasah dari Dikti - Depdiknas, atau Surat Keterangan telah mengajukan permohonan Penyetaraan Ijasah.
      • Fotokopi transkrip nilai pendidikan terakhir yang dilegalisir.
      Berkas pasfoto dalam format JPEG dengan ukuran kurang dari 30 KB. Sedangkan berkas fotokopi ijasah dan transkrip dipindai menjadi satu berkas dijital dalam format PDF dengan ukuran kurang dari 500 KB.
    • Pada saat verifikasi fisik sebelum ujian tulis :
      • Kartu Peserta Ujian yang dicetak langsung dari situs SIPC LIPI.
      • Fotokopi ijasah pendidikan terakhir yang dilegalisir.
      • Fotokopi transkrip nilai pendidikan terakhir yang dilegalisir.
      • KTP.
      Berkas harus ditunjukkan pada petugas verifikator di lokasi.
    • Pada saat ujian wawancara :
      • Kartu Peserta Ujian yang dicetak langsung dari situs SIPC LIPI.
      • Fotokopi ijasah pendidikan terakhir yang dilegalisir.
      • Fotokopi transkrip nilai pendidikan terakhir yang dilegalisir.
      • KTP.
      • Tugas akhir / tesis / disertasi.

    Pilihan unit kerja di bawah LIPI

      LIPI merupakan lembaga ilmu pengetahuan multi disiplin dengan 47 satuan kerja yang tersebar di seluruh Indonesia dan meliputi semua bidang kajian ilmu serta administrasi. Untuk itu, sebelum melakukan registrasi pastikan untuk mengetahui detail satuan kerja yang Anda minati melalui halaman FORMASI. Dalam registrasi lamaran, setiap pelamar diberi kesempatan untuk memilih maksimal 3 satuan kerja sesuai dengan urutan prioritas.

      Satuan kerja dengan beberapa alamat lokasi menunjukkan bahwa satuan kerja tersebut memiliki beberapa lokasi yang terpisah.

    Jumlah lowongan dan syarat IPK minimum

      Jumlah lowongan yang dibuka untuk tahun 2010 sebanyak 179 orang.

      Secara umum IPK minimal untuk CPNS adalah 2,70 untuk S0, serta 2,75 untuk S1-S3 dengan skala 4,00. Namun untuk LIPI, akan dilakukan pemeringkatan pada tahap verifikasi administrasi untuk menentukan pelamar yang dipanggil untuk mengikuti ujian tulis sampai sebanyak lebih kurang 15 kali jumlah formasi untuk setiap bidang kompetensi. Sehingga tidak semua pelamar dengan IPK diatas IPK minimum akan dipanggil untuk mengikuti ujian tulis.

      Dari hasil pemeringkatan ujian tulis, untuk ujian psikotes dan wawancara akan dipanggil lebih kurang 5 kali jumlah formasi untuk setiap bidang kompetensi.

    Kesesuaian bidang studi, profesi, tingkat pendidikan dan satuan kerja yang diminati

      Perlu dipahami bahwa setiap satuan kerja membutuhkan personil untuk profesi peneliti, teknisi dan administrasi dari berbagai tingkat pendidikan (S0, S1, S2, S3) dengan berbagai latar belakang kajian ilmu, selain kajian ilmu utamanya. Untuk itu pastikan personil yang dibutuhkan satuan kerja pilihan Anda melalui halaman FORMASI. Perhatikan dan sesuaikan minat dengan spesifikasi khusus (bila ada) yang tertulis.

      Meski demikian LIPI tidak menjamin bahwa setiap pelamar akan ditempatkan sesuai dengan formasi di satuan kerja dan / atau lokasi yang diinginkan. Dalam kasus perbedaan pilihan profesi serta posisi penempatan akan disampaikan dan ditanyakan langsung pada tahap ujian wawancara.

      Khususnya untuk syarat tingkat pendidikan, tidak diharuskan melamar dengan tingkat pendidikan terakhir. Bila pelamar berminat pada formasi dengan tingkat pendidikan lebih rendah dari yang dimiliki, maka pada kolom PENDIDIKAN TERAKHIR harus dituliskan perguruan tinggi dan ijasah dari tingkat pendidikan formasi tersebut. Perlu diingat bahwa syarat usia dan tahun kelulusan mengikuti ijasah dari tingkat pendidikan yang dipakai untuk melamar !

      Untuk pilihan bidang kompetensi, sesuai ketentuan dari BKN pastikan untuk memilih bidang kompetensi sesuai dengan nama jurusan yang tertulis di ijasah. Bagi pelamar yang memilih bidang kompetensi yang berbeda dengan yang tertulis di ijasah akan gugur di tahap verifikasi administrasi !

    Perjanjian bagi pelamar

      Poin-poin berikut merupakan perjanjian yang berlaku bagi seluruh pelamar CPNS LIPI 2010 :

      • Sistem Informasi Penerimaan CPNS LIPI ini merupakan satu-satunya informasi dan layanan resmi terkait dengan Penerimaan CPNS LIPI.
      • Pelamar wajib mengikuti informasi terbaru yang disampaikan melalui situs ini secara berkala.
      • Kesalahan / kelalaian mengikuti prosedur yang ditetapkan dan berakibat langsung maupun tidak langsung pada pelamar merupakan tanggung-jawab pelamar.
      • Panitia Penerimaan CPNS LIPI tidak menerima kontak langsung baik melalui tatap muka maupun alat komunikasi lainnya terkait dengan seluruh proses Penerimaan CPNS LIPI.
      • Pengirim data lamaran dianggap telah membaca dan memahami seluruh proses yang telah ditetapkan.
      • Bagi pelamar yang dinyatakan lulus seluruh proses seleksi dan telah ditetapkan sebagai CPNS, tetapi mengundurkan diri diwajibkan mengganti biaya yang telah dikeluarkan oleh Negara yang besarnya akan diumumkan segera.

    Tahapan dan jadwal penerimaan CPNS LIPI

      Tahapan dan batas waktu penerimaan CPNS LIPI adalah :

      I. Verifikasi administrasi :

      - Pengumuman resmi : 1 Oktober 2010

      - Penerimaan registrasi lamaran melalui situs SIPC LIPI : 1 - 15 Oktober 2010

      - Verifikasi administrasi oleh Panitia : 4 - 17 Oktober 2010

      - Pengumuman pelamar dipanggil ujian tulis : 19 Oktober 2010
      II. Ujian tulis :

      - Verifikasi fisik pelamar dipanggil ujian tulis : 22 - 24 Oktober 2010

      - Ujian tulis : 26 Oktober 2010

      - Pengumuman pelamar dipanggil ujian psikotes dan wawancara : 30 Oktober 2010
      III. Ujian psikotes dan wawancara :

      - Psikotes : 3 November 2010

      - Wawancara : 8 - 9 November 2010
      IV. Hasil final :

      - Pengumuman pelamar diterima : 12 November 2010

      - Registrasi ulang dan penyerahan berkas pelamar diterima : 15 - 19 November 2010

      - TMT/Pengangkatan CPNS : 1 Desember 2010

      - Mulai bekerja : Awal 2011

      PERHATIAN :

      • Jadwal diatas bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi ! Untuk itu pastikan bahwa Anda selalu melihat situs SIPC LIPI secara berkala.
      • Sesuai kesepakatan, ujian tulis untuk CPNS akan diselenggarakan pada tanggal yang sama untuk Kementerian Riset dan Teknologi serta beberapa LPNK di bawahnya. Untuk itu pastikan pilihan Anda sedini mungkin.

    Persiapan sebelum mengajukan lamaran

      Proses awal registrasi lamaran melalui situs SIPC LIPI merupakan tahapan paling krusial. Proses ini dilakukan sepenuhnya oleh pelamar. Untuk mengurangi kesalahan, pelamar dihimbau untuk mempersiapkan seluruh data dan dokumen pendukung yang diperlukan. Dalam proses verifikasi, panitia tidak memiliki (dan tidak diberi) wewenang untuk melakukan perubahan pada isian Anda. Sehingga ketidaksesuaian antara isian dan berkas lamaran yang dikirimkan kemudian akan berakibat pada ketidaklulusan pada tahap I.

      Untuk menghemat waktu akses, sebelum mengisi formulir lamaran ini pastikan bahwa Anda telah menyiapkan data-data dan dokumen pendukung minimal, yaitu :

      • Nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP).
      • Tahun dan nomor ijasah pendidikan terakhir.
      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) transkrip nilai pendidikan terakhir.
      • Berkas dijital pasfoto warna berukuran 200 x 150 piksel dalam format JPEG (dengan nama ekstensi JPG) dan maksimal berukuran sebesar 30 KB.
      • Berkas dijital fotokopi ijasan dan transkrip dalam format PDF (dengan nama ekstensi PDF) dan maksimal berukuran 500 KB.
      • Surat elektronik (Email) yang biasa dan selalu Anda akses secara berkala. Informasi khusus akan disampaikan melalui surat elektronik secara langsung.
      • Judul dan abstrak tugas akhir / tesis / disertasi.
      • Untuk pelamar lulusan dari luar-negeri, diwajibkan melampirkan Surat Keterangan Penyetaraan Ijasah dari Dikti - Depdiknas, atau Surat Keterangan telah mengajukan permohonan Penyetaraan Ijasah.

    Proses dan prosedur lamaran

    1. Persiapan data yang dipersyaratkan.
      Siapkan seluruh data dan dokumen tersebut diatas.
    2. Lakukan registrasi lamaran melalui situs SIPC LIPI (http://cpns.lipi.go.id) dengan meng-klik halaman LAMARAN.
      Saat pengisian pastikan untuk mengisi formulir dengan benar dan lengkap sesuai petunjuk tertulis. Kesalahan pengisian sehingga terjadi ketidaksesuaian dengan berkas dijital pendukung yang telah diunggah akan mengakibatkan ketidaklulusan pada tahap I (verifikasi administrasi). Dalam proses pengisian hindari menekan tombol ENTER, sebaliknya pakai tetikus untuk memindahkan kursor ke kolom yang diinginkan. Setelah selesai, tekan tombol KIRIM. Akan segera ditampilkan NOMOR LAMARAN dan KATA-SANDI Anda.
    3. Lakukan LOGIN memakai jendela login di sebelah kiri. Kemudian unggah pasfoto dan fotokopi ijasah + transkrip, serta revisi isian lamaran bila ada kesalahan.
      Bila sudah selesai, tekan tombol KIRIM.
      Kebenaran isian serta berkas dijital yang diunggah akan dicek pada saat verifikasi fisik sebelum ujian tulis. Ketidaksesuaian data akan mengakibatkan peserta digugurkan dan tidak diperkenankan mengikuti ujian tulis.

    Pengecekan status lamaran

      Segera setelah registrasi lamaran, setiap pelamar akan mendapatkan NOMOR LAMARAN yang unik. Simpan dengan baik nomor lamaran ini ! Dengan nomor lamaran dan kata-sandi yang dimiliki, para pelamar bisa melakukan revisi atas formulir registrasi sebelum verifikasi administrasi atas lamaran tersebut dilakukan.

      Seluruh proses Penerimaan CPNS LIPI bisa dipantau oleh pelamar dan publik secara waktu riil. Data detail proses lamaran (hasil verifikasi, nilai, dsb) bisa diakses hanya oleh pelamar yang bersangkutan melalui jendela login di sebelah kiri dengan memasukkan nomor lamaran dan kata-sandi yang dimiliki. Para pelamar diwajibkan memantau lamarannya melalui situs SIPC LIPI. LIPI tidak bertanggung-jawab atas aneka kesalahan yang diakibatkan oleh kelalaian para pelamar.

      Publik bisa mengakses seluruh proses namun dengan pembatasan isi informasi lamaran untuk menjaga privasi para pelamar.

    Tahap I : verifikasi administrasi

      Proses verifikasi dilakukan langsung segera setelah berkas lamaran diterima oleh Panitia. Verifikasi dilakukan untuk melihat kesesuaian data registrasi yang telah diisi oleh pelamar melalui situs SIPC LIPI dengan berkas elektronik yang telah diterima Panitia.

      Pelamar bisa mengakses informasi detail hasil verifikasi melalui halaman pelamar yang bisa diakses melalui jendela login di sebelah kiri dengan memasukkan nomor lamaran dan kata-sandi yang dimiliki. Melalui halaman ini informasi verfikasi per-item bisa diketahui.

      Apabila ada item isian yang tidak lolos verifikasi karena kesalahan dokumen fisik yang diserahkan, pelamar masih bisa mengunggah ulang dokumen yang kurang / salah selama batas waktu penyerahan dokumen fisik belum terlewati. Setelah mengunggah ulang, pastikan untuk menuliskan pesan di kolom KOMUNIKASI agar perubahan bisa diketahui oleh Panitia.

      Apabila ada item isian yang tidak lolos verifikasi karena kesalahan pengisian oleh pelamar saat registrasi, pelamar masih dimungkinkan untuk melakukan registrasi ulang dan mengunggah kembali seluruh dokumen pendukung selama batas waktu registrasi dan penyerahan berkas belum terlewati.

      Ingat bahwa LIPI TIDAK melayani tanya jawab dalam bentuk apapun terkait dengan lamaran !

    Tahap II : ujian tulis

      Tahap ujian tulis akan dilakukan sesuai dengan jadwal. Hanya pelamar dengan ranking teratas sebanyak 15 kali jumlah setiap formasi yang akan dipanggil untuk mengikuti ujian tulis.

      Sebelum tanggal pelaksanaan ujian tulis, seluruh pelamar yang dipanggil ujian tulis diwajibkan hadir di lokasi ujian tulis (yang akan ditentukan kemudian) untuk melakukan verifikasi fisik serta mendapatkan nomor kursi ujian tulis. Jadwal verifikasi fisik dibuka tanggal 22-24 Oktober 2010 (pk. 09:00 - 15:00 WIB). Saat verifikasi fisik, pelamar diwajibkan membawa KARTU PESERTA UJIAN yang dicetak langsung dari situs SIPC LIPI dan seluruh berkas fisik yang dipersyaratkan diatas. Kartu Peserta Ujian bisa dicetak dari halaman registrasi masing-masing pelamar setelah login memakai nomor lamaran dan kata-sandi yang dimiliki. Pada halaman registrasi pelamar yang lolos tahap I akan ditampilkan tautan CETAK KARTU PESERTA UJIAN.

      Masa ujian tulis adalah 1 (satu) hari kerja bersama-sama untuk seluruh pelamar yang dipanggil.

      Waktu pelaksanaan ujian tulis 08:00 - 15:00 WIB. Setiap peserta diwajibkan membawa :

      • Kartu Tanda Peserta Ujian yang sudah disahkan saat verifikasi fisik sebelum ujian tulis.
      • Pensil 2B.
      • Penghapus pensil.
      • Alas untuk menulis.
      Selain itu sangat disarankan untuk membawa bekal makanan dan minuman mengingat keterbatasan penjual makanan dan minuman di sekitar lokasi ujian. Peserta dianjurkan mempergunakan kendaraan umum untuk mencapai lokasi ujian tulis mengingat ketiadaan lahan parkir di sekitar lokasi.

      Jenis dan materi ujian tulis :

      • Tes Kompetensi Dasar (TKD) :
        • Tes Pengetahuan Umum (TPU)
        • Tes Bakat Skolastik (TBS)
        • Tes Skala Kematangan (TSK)
      • Tes Kompetensi Bidang (TKB) :
        • Bahasa Inggris
        • Pengetahuan Iptek
      Setiap materi memiliki bobot : 20 persen (TPU), 20 persen (TBS), 30 persen (TSK), 15 persen (Bahasa Inggris) dan 15 persen (Pengetahuan Iptek) dalam total nilai.

      Data nilai ujian tulis bisa diakses oleh pelamar yang bersangkutan. Halaman pelamar bisa diakses melalui jendela login di sebelah kiri dengan memasukkan nomor lamaran dan kata-sandi yang dimiliki.

      Lokasi ujian tulis yang direncanakan :

        Gelora Senayan
        Senayan, Jakarta

    Tahap III : ujian psikotes dan wawancara

      Psikotes akan diadakan sebelum ujian wawancara, dan setiap pelamar dipanggil ujian wawancara diwajibkan mengikutinya. Hasil psikotes tidak menentukan pelamar yang dipanggil ke tahap berikutnya, tetapi dipakai sebagai bahan referensi bagi pewawancara.

      Psikotes tertulis dibagi menjadi 3 gelombang dengan waktu pelaksanaan yang berbeda : pk. 08:00-09:30 WIB, 09:30-11:00 WIB, 11:00-12:30 WIB. Jadwal psikotes tersedia di halaman e-BERKAS. Setiap peserta diwajibkan membawa :

      • Kartu Tanda Peserta Ujian yang sudah disahkan saat verifikasi fisik sebelum ujian tulis.
      • Pensil 2B.
      • Penghapus pensil.
      • Alas untuk menulis.

      Wawancara akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa gelombang sesuai dengan jumlah pelamar yang akan dipanggil mengikuti wawancara. Jumlah pelamar diwawancara adalah 5 kali jumlah setiap formasi. Setiap pelamar yang dipanggil untuk mengikuti ujian wawancara harus memperhatikan satuan kerja yang memanggil. Pelamar yang sama bisa dipanggil oleh lebih dari satu satuan kerja. Pada kasus ini, pelamar harus mengikuti seluruh ujian wawancara dari semua satuan kerja yang memanggil.

      Lokasi ujian psikotes dan wawancara :

        LIPI Pusat
        Jl. Gatot Subroto 10
        Jakarta 12710
      Waktu ujian adalah pk. 08:00 - 18:00 WIB. Detail jadwal setiap satuan kerja dan pelamar yang dipanggil oleh satuan kerja akan ditempelkan di lokasi. Untuk itu setiap pelamar dimohon memastikan jadwalnya masing-masing pada hari pertama tersebut di LIPI Pusat, Jakarta.

      Pada saat wawancara, peserta diwajibkan membawa dokumen :

      • Kartu Tanda Peserta Ujian yang sudah disahkan saat verifikasi fisik sebelum ujian tulis.
      • Tugas Akhir / tesis / disertasi.
      • Fotocopy Ijazah dan Transkrip Nilai Akademik terakhir yang telah dilegalisir.
      • Fotocopy KTP.

    Registrasi ulang pelamar diterima CPNS LIPI

      Segera setelah pelamar diterima diumumkan, seluruh kandidat CPNS LIPI diwajibkan melakukan registrasi ulang pada periode yang ditentukan diatas pk. 09:00 - 15:00 WIB di :

        Biro Organisasi dan Kepegawaian LIPI
        Gd. Sasana Widya Sarwono (lt. 8)
        Jl. Jend. Gatot Subroto 10
        Jakarta 12710

      dengan membawa dokumen-dokumen :

      • Surat lamaran yang ditulis dengan tangan sendiri, menggunakan tinta hitam dan huruf kapital/balok, serta ditujukan kepada Kepala LIPI. Surat lamaran tertanggal pada saat pendaftaran CPNS LIPI dibuka (antara tanggal 1-17 Oktober 2010).
      • Fotokopi ijazah dan transkrip nilai yang telah dilegalisir oleh Pejabat yang berwenang (lihat kategori Pejabat yang berwenang di e-BERKAS) mulai dari SD sampai dengan pendidikan terakhir (masing-masing rangkap 2).
      • Kartu Tanda Pencari Kerja dari Dinas Tenaga Kerja yang telah dilegalisir (rangkap 2, termasuk asli).
      • Daftar Riwayat Hidup (rangkap 2) dan Surat Pernyataan yang dilengkapi meterai Rp. 6.000,- memakai format yang bisa diambil di halaman e-BERKAS. Ditulis dengan tangan sendiri, menggunakan tinta hitam dan huruf kapital/balok.
        Rangkap kedua Daftar Riwayat Hidup dan Surat Pernyataan boleh difotokopi dengan syarat tanda tangan tetap asli. Pada Daftar Riwayat Hidup tidak boleh ada coretan / bekas dihapus !
      • Pasfoto berwarna ukuran 3 x 4 cm sebanyak 8 (delapan) lembar.
      • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2010 yang telah dilegalisir (rangkap 2, termasuk asli).
      • Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari Dokter Rumah Sakit Pemerintah/POLRI yang telah dilegalisir (rangkap 2, termasuk asli).
      • Surat keterangan tidak mengkonsumsi / menggunakan narkotika, psikotropika, precursor, dan zat adiktif lainnya dari Dokter Rumah Sakit Pemerintah/POLRI yang telah dilegalisir (rangkap 2, termasuk asli).
      • Bagi yang sudah pernah bekerja di instansi pemerintah/swasta dan telah mempunyai masa kerja minimal 1 tahun, jika ingin disesuaikan masa kerjanya dapat melampirkan:
        1. Asli Surat pengangkatan kerja pertama di dalamnya tercantum nilai gaji yang diterima
        2. Asli surat pemberhentian/pengunduran diri dilengkapi dengan nilai gaji terakhir.
        Bukti- bukti point a dan b tentang pengalaman kerja diserahkan dalam rangkap 2 (dua) asli dan fotokopy yang telah dilegalisir oleh instansi/perusahaan lama.
      • Fotokopi Akta Nikah dan Akte Kelahiran anak bagi yang sudah menikah dan mempunyai anak (rangkap 2).
      • Seluruh berkas diatas dimasukkan dalam map :
          S0 : map warna merah
          S1 : map warna kuning
          S2 / S3 : map warna biru

Membuat dan memasukkan pasfoto dijital

    Bagaimana mempersiapkan pasfoto dijital ?

      Pasfoto dijital bisa dibuat dengan mengambil gambar Anda memakai kamera dijital, atau melakukan pemindaian foto konvensional dengan mesin pemindai.

    Bagaimana mendapatkan pasfoto sesuai dengan dimensi (150 x 200 piksel) dan ukuran berkas (<>

      Setelah mendapatkan berkas gambar, baik langsung dari kamera dijital ataupun hasil pemindaian, pakai perangkat lunak pengolah foto untuk menyesuaikan dimensi dengan melakukan pengecilan dimensi riil. Untuk mencapai ukuran berkas lebih kecil dari 30 KB, pastikan bahwa resolusi pasfoto Anda tidak lebih dari 100 dpi.

    Bagaimana mendapatkan format JPEG ?

      Setelah gambar siap dan sesuai dimensi yang dipersyaratkan, lakukan penyimpanan dalam format JPEG dengan nama ekstensi jpg. Setelah disimpan, pastikan bahwa ukuran berkas kurang dari 30 KB !

    Bagaimana kalau ingin mengganti pasfoto yang telah diunggah sebelumnya ?

      Selama proses verifikasi terhadap registrasi Anda belum dilakukan, pasfoto bisa diganti dengan melakukan unggah ulang.

    Dengan proses diatas Anda akan siap mengunggah pasfoto Anda untuk melengkapi registrasi lamaran melalui situs SIPC LIPI. Bila Anda masih mengalami kesulitan, silahkan meminta bantuan ke orang-orang di sekitar Anda. Umumnya Anda bisa mendapatkan bantuan dengan mudah melalui toko cuci cetak foto yang menyediakan jasa pencetakan foto dijital, atau para penjaga warung internet terdekat.

Membuat dan memasukkan berkas fotokopi ijasah dan transkrip dijital

    Bagaimana mempersiapkan fotokopi ijasah dan transkrip dijital ?

      Fotokopi ijasah dan transkrip dijital bisa dibuat dengan memindai ijsaha dan transkrip memakai mesin pemindai.

    Bagaimana mendapatkan fotokopi ijasah dn transkrip dijital dengan dimensi (A4) dan ukuran berkas (<>

      Pada saat memindah pastikan untuk melakukan konfigurasi mesin pemindai yaitu ukuran pemindaian A4, resolusi 70-100 dpi dan format PDF. Umumnya perangkat lunak mesin pemindai bisa menjadikan beberapa halaman pemindaian menjadi satu berkas.
      Apabila ukuran berkas masih terlalu besar, buka dan tampilkan berkas dan cetak ke berkas (print file) dengan format PDF. Umumnya berkas yang dihasilkan akan memiliki ukuran lebih kecil dari aslinya.
      Bila masih juga belum berhasil, kurangi ukuran riil setiap halaman berkas menjadi A5 memakai aneka perangkat lunak pengolah grafis.

    Bagaimana kalau ingin mengganti berkas yang telah diunggah sebelumnya ?

      Khusus untuk berkas fotokopi ijasah dan transkrip, unggah ulang bisa dilakukan selama registrasi Anda belum lolos verifikasi administrasi. Sehingga bila registrasi Anda tidak lolos verifikasi karena kekurangan berkas, Anda masih bisa memperbaiki dengan mengunggah ulang. Setelah mengunggah ulang, pastikan untuk menuliskan pesan di kolom KOMUNIKASI agar perubahan bisa diketahui oleh Panitia.

    Bila Anda masih mengalami kesulitan, silahkan meminta bantuan ke orang-orang di sekitar Anda. Umumnya Anda bisa mendapatkan bantuan dengan mudah melalui warung internet yang menyediakan jasa pemindaian.

Mencetak Berkas Lamaran dan Kartu Peserta Ujian

    Berkas Lamaran bisa dicetak setelah data registrasi disimpan. Pastikan bahwa seluruh data dan pasfoto Anda sudah diisikan dengan benar. Setelah login kembali memakai nomor lamaran dan kata-sandi yang dimiliki, klik tautan CETAK BERKAS LAMARAN. Akan ditampilkan halaman siap cetak untuk surat lamaran. Setelah memastikan bahwa data diri, pasfoto dan kode bar ditampilkan dengan benar, silahkan cetak memakai mesin pencetak berwarna pada kertas warna putih ukuran A4.

    Untuk Kartu Peserta Ujian, tautan CETAK KARTU UJIAN akan ditampilkan setelah proses verifikasi dan penentuan peserta yang dipanggil selesai. Setelah memastikan bahwa data diri, pasfoto dan kode bar ditampilkan dengan benar, silahkan cetak memakai mesin pencetak berwarna pada kertas warna putih ukuran bebas (selama seluruh bagian Kartu Peserta Ujian tercetak).

    Apabila hasil cetakan terlalu besar / kecil dari ukuran kertas A4, lakukan perubahan ukuran font pada perambah yang dipakai !

Latar belakang SIPC LIPI

    Terkait dengan perubahan proses penerimaan CPNS secara umum oleh MenPAN / BAKN sejak 2004, LIPI sebagai salah satu lembaga pemerintah mendukung penuh sistem baru tersentralisasi yang diberlakukan. Sistem ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi proses guna mendapatkan insan-insan muda Indonesia terbaik sebagai abdi pelayan masyarakat di masa depan.

    Khususnya untuk LIPI, SIPC sangat relevan terkait dengan status LIPI sebagai lembaga ilmu pengetahuan utama di Indonesia. Sehingga kemampuan memakai sistem informasi semacam ini bagi para pelamar merupakan syarat mutlak di era informasi ini.

Prinsip dasar implementasi SIPC LIPI

    Guna mencapai tujuan diatas, LIPI menganggap perlu untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Penerimaan CPNS LIPI - SIPC LIPI berbasis web. Sistem ini memungkinkan seluruh proses dilakukan secara online dan transparan bagi semua pihak terkait (pelamar, panitia dan masyarakat). Untuk itu, sejak proses pengembangan sampai implementasi dipegang beberapa prinsip dasar utama :

    • Mudah dipakai dan dipelihara oleh seluruh pihak terkait (pelamar, panitia, LIPI).
    • Berbasis web dinamis.
    • Permanen : sistem yang bisa dipakai sepanjang tahun.
    • Transparan : memungkinkan kontrol internal yang ketat dan pencekan ulang antar bagian dan level.
    • Sekuriti akses di setiap level.

Penanggung-jawab SIPC LIPI

SIPC LIPI dimiliki oleh LIPI dan dikelola oleh Panitia Penerimaan CPNS LIPI. Secara teknis SIPC LIPI dikelola oleh Pengelola Layanan dari Tim Gabungan Jaringan LIPI.

Penanggung-jawab : Sekretaris Utama LIPI
Ketua Pelaksana : Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian LIPI
Teknis SIPC LIPI : - Pelaksana Penanggung-jawab Harian TGJ LIPI
- Pengelola Layanan TGJ LIPI

Monday, August 23, 2010

Journey to Karimunjawa

oleh Anang Widhi Nirwansyah

Day 1st : Race Against the Sun


Cerita dimulai sejak balik dari Yogya dulu untuk sebuah konferensi Maritim itu. Dan kupikir kuperlu referensi, realitas, dan juga data aktual sekedar sebagai komparasi dari temuan para rekan scientist yang mungkin dalam kriteria sebagai pengamat, bukan penikmat. But, rencana melancong kali ini tak jauh-jauh hari kupersiapkan. Hanya sekedar bawa badan dan beberapa pakaian, namun lagi-lagi aku berharap tak hanya sekedar bermain pasir, menelan air garam, ato lari-larian di pantai dengan setengah telanjang. Janji suci sebenarnya pada diri sendiri untuk merefresh pikiran dan tentu melihat keagungan Allah dalam bentuk lancscape indah di gugus kepulauan Karimunjawa, dengan berlibur ala backpacker. Maklumlah, aku bukan tipe orang penggemar Mall dan pusat perbelanjaan sebagai ajang pelarian dan mencari hiburan di perkotaan. Jauh lebih merasa nyaman berada bibir pantai sambil bersepeda, ketimbang nongkrong dengan pakaian rapi di Foodcourt …kecuali kalo ada yang nraktir tentunya hehe.

A day before, sempat pula korespondensi dengan temen yang sebenarnya ngebet pengen ngikut, tapi yah namanya juga karyawan, tak gampang lepas dari tali kekang peraturan, dan musti merelakan diri hanya sebagai pendengar cerita klise temannya ntar waktu pulang. Meski aku yakin, kesenangan dan kebahagiaan tak harus jauh-jauh didapet dari liburan. Terkadang hal sederhana yang terjadi di sekitar bisa memberikan alasan bagi kita untuk tersenyum dan tertawa, bahkan kehilanganpun terkadang menjadikan sebuah kebahagiaan. Tapi tak apalah, hopefully u can join to my next acation…Insya Allah.

Day first dmulai dengan bngun pagi terus mandi sekedarnya, asal kena dan sarapan seadanya. Jalan kaki ke Terminal Terboyo. Ternyata bersepeda ada gunanya juga setidaknya kuat untuk jalan kaki sejauh hampir 4 km…meski botol minuman udah tinggal setengahnya. Ketika itu masih gelap, saat memulai langkah pertama keluar dari gubug dan berpamitan kepada perempuan yang kemarin terlibat bersama dalam penemuan seekor mayat tikus raksasa. Aku tahu dia akan berat melepaskan kepergianku, tapi apa boleh buat..dia merelakannya dengan tanpa air mata, hanya sedikit berkaca, yang menurutku menunjukkan sebuah harapan agar kelak kembali dengan membawa bungkusan…haha. Salam serta doa pun keluar dari mulutnya, sesaat sebelum kuamini dan kujawab dengan sedalam-dalamnya hati.

Di terminal kubertemu temanku itu dan tampaknya dia lebih well prepare ketimbang diriku. Dengan penampilan yang cukup meyakinkan sebagai seorang pelancong. Tetapi setidaknya aku masih merasa nyaman dengan apa yang kukenakan, dan yang jelas kesopanan tetaplah yang aku utamakan. Di pertemuan pertama kami setelah sebelumnya hanya berhubungan lewat telepon dan dunia maya, kami langsung saling menyapa dan tanpa banyak canda kita langsung menuju ke bus mini yang akan mengantarkan kami ke Jepara. Tak lama setelah kami naik, bus tersebut berangkat dengan membawa beberapa penumpang. Sepanjang perjalanan tak sedikit rasa kantuk di mataku, hanya sekedar rasa lapar karena energi yang kudapat dari breakfast tadi ternyata hanya cukup sampai di terminal.

Kulihat jam, dan kuperkirakan akan cukup waktu untuk sampai kesana dengan kecepatan rata-rata. Meskipun pada akhirnya ku salah, karena tampaknya ketepatan waktu bukanlah yang mereka utamakan, hanya sekedar mengejar setoran dengan pelayanan ala pas-pasan. Untungnya ku dapat tempat duduk, karena sampai di Demak, sungguh tak bisa kubayangkan kendaraan semungil ini musti mengangkut banyak penumpang dengan barang bawaan yang extraordinary..mulai sayuran, ayam potong, hingga sekarung bawang. Hingga kaki ku musti diangkat karena aku mendapat titipan untuk menjaga dagangan seorang perempuan tua, yang kurasa itu adalah makanan. Dan sejenak kemudian aku mendapatkan kesempatan untuk membantu memangku keranjang belanja seseorang. Dan itulah kebahagiaan, sambil tentunya bicara dengan mereka tentang hal-hal simpel selama perjalanan yang cukup membuatku bisa tertawa di tengah sela-sela badan para penumpang yang bergelantungan. Dua jam perjalanan yang sungguh menguras stamina, meski sebagian waktu kuhabiskan hanya dengan duduk dan berdoa agar kendaraan ini rodanya tidak lepas karena beban yang sungguh luar biasa. Serasa mengejar matahari, karena kuyakin kami adalah orang yang bakal terakhir kali naik kapal. Dan tentu agak memalukan jika kami ketinggalan, dengan harapan masih ada tempat duduk kosong nanti di kapal karena tak mungkin berdiri selama lebih dari 6 jam di tengah lautan. Hingga pada akhirnya kami sampai pada tujuan yakni di Dermaga Jepara. Kami segera menemui grup rombongan kami yang lain yang ternyata datang lebih pagian. Meski demikian tak sempat kami untuk berlama-lama sebelum terompet kapal berbunyi, yang menandakan para penumpang untuk segera masuk. Dan sekali lagi pemandangan luar biasa yang hampir membuatku tak percaya. Ternyata kapal sudah terlihat penuh, meski penumpang yang belum naik masih antri di dermaga. It must be crazy, if we stick to ride that ship. Meski demikian kutahu ini musim liburan sehingga angka wisatawan meningkat luar biasa dari hari biasanya.

Kamipun naik bersama puluhan penumpang lain yang membawa tiket, meski sebelumnya jembatan kapal ferry telah ditutup karena penumpang penuh, namun tampaknya kami lebih siap untuk mati tenggelam daripada mesti menunggu 3 hari untuk kedatangan kapal berikutnya. Setelah bernegosiasi, akhirnya kamipun dibiarkan untuk naik ke kapal yang aku yakin sudah overcapacity. Kurasa ini pagi yang indah untuk mengakhiri hidup..haha. hampir tiap sudut kapal sudah dipenuhi manusia, baik pedagang, ataupun wisatawan, baik singkong, kelapa, ataupun mobil mewah, tampaknya kami semua sudah tak peduli lagi dan tak sabar untuk menyeberang ke pulau kecil di sebelah utara Jawa yang cukup dikenal keindahannya. Kami mulai mencari tempat untuk duduk, meskipun hampir mustahil karena di tiap pojok, hingga di lantai sungguh hanya ada manusia, dengan wajah bangga karena berhasil menancapkan bendera kekuasaannya, setidaknya selama enam jam ke depan. Dan akhirnya kami naik ke lantai atas yang beratapkan langit dengan tanpa pengamanan. Itupun dengan ratusan penumpang yang sudah duduk berpanas-panasan tanpa atap dan alas duduk. Inilah negriku, dimana semuanya butuh kesabaran dan aku yakin perjalanan ini pasti hebat, meski pada saat bersamaan aku berharap ini adalah Titanic ataupun Awani Dream…but well, this is much better, and I hope there is a GPS in this boat.


Tampaknya kami masih beruntung mendapat celah disela-sela penumpang dan mulailah kami meletakkan bawaan kami yang banyak dan menyita banyak tempat dan mulai berharap kapal ini segera berangkat, karena kami bisa membayangkan ketika terik nanti tempat ini bakalan seperti penggorengan. Sejenak benda inipun bergerak bagai kura-kura, entah karena jumlah penumpang atau karena mesin yang sudah tua. Angin sepoi-sepoi bertiup dan mengantarkan perjalanan kami menuju Carribean van Java. And this is the start of my journey, when everythings crazy is going to happen..


2 Day 1st : We know how to get here…


Mendarat dengan selamat di Pulau karimunjawa dengan sisa nyawa yang telah menguap sebelumnya. Bawaan menjadi sedikit lebih ringan karena, makanan yang tertelan sepanjang perjalanan yang nyaris jauh dari membosankan. Hanya gelak tawa yang terdengar, meskipun sesekali mengeluh kapan sampainya, karena di samping kanan dan kiri yang terlihat hanyalah riak air dan gelombang yang membuat kepala pusing bukan kepayang. Bahkan ku mesti mencari titik presisi yang aman untuk menyelematkan diri dari dengung suara mesin yang tak jauh dari tempat duduk kami yang langsung berhadapan dengan sinar matahari.

Pendaratan yang berjalan mulus mengharuskan kami untuk segera bergegas diantara derap langkah para penumpang lain yang jauh lebih sigap dan bersemangat untuk memijakkan kaki ke dermaga mungil dengan fasilitas seadanya. Sementara kami yang kebetulan cukup memiliki kesabaran, memilih untuk menunggu sembari melakukan pemanasan untuk mengabadikan suasana dengan lensa kamera, yang entah kenapa hasil bidikannya selalu terlihat hebat jauh dari keadaan sebenarnya apalagi kesan seadanya. Mungkin itulah yang menyebabkan mereka lebih sibuk dengan lensa mereka ketimbang berdesak-desakan untuk segera memijakkan kaki di Pulau Karimunjawa. Entitas luar biasa di sepanjang tangga yang kecil yang memaksa kami untuk sedikit sabar dan berhati-hati setidaknya agar tidak mati konyol karena terpeleset, dan terinjak-injak.

Ketika keramaian mulai sedikit sirna kamipun segera bergegas untuk turun dari balkon di atas, dan menyatu dengan pasukan lain yang tampaknya sudah ingin segera menghempaskan tubuhnya di kasur penginapan, ataupun menenggak welcome drink berupa es kelapa muda yang sudah Semenjak pagi ada di kepala mereka. Kami yang sebagian merupakan fotografer profesional..haha, I mean professionally sucks and stupid until we don’t know how to get out from this ship…My jokes, namun beruntunglah kami keluar dan mendarat meski ternyata efek “goyang-goyang” masih tetap terbawa hingga sampai ke daratan. Sensasi yang aneh memang, ketika para warga lokal cukup fasih melangkahkan kaki dengan barang bawaan mereka yang banyak, sementara kami berusaha menapakkan kaki dengan benar, meskipun tetap berusaha untuk tampil gaya dan mempesona tanpa pernah tahu siapa penontonnya, hingga sampai di depan aula kantor tourist information, yang sudah dijejali pengunjung yang barangkali bertanya “Kami ada dimana?”…Such a crazy people. Kami berdua puluh belum berniat untuk masuk, sekedar duduk di halaman sambil berusaha mengumpulkan kembali kesadaran. Egih, Lusi, Yuni, Fie, Winny, San, Chyta and her…”associate”, para gadis UGM, plus Aku ataupun yang lain kurasa sudah cukup hafal bahwa kami pasti akan kalah untuk urusan antrian, sehingga strategi menunggu, dan tetap dengan kamera-kamera itu kami berusaha memotret diri sendiri yang letih namun sebagaimana sebelumnya, selalu ada energi lebih saat timer kamera sudah mulai menyala. Dan cepret…wajah kusut, lusuh dan letih tak terlihat sama sekali di monitor, entah kenapa alat itu selalu memberi sentuhan warna, setidaknya cukup canggih untuk mengaburkan fakta dan kondisi sebenarnya, hehehe. Meskipun disisi lain kurasa itu lebih karena teknik dan pengaturan komposisi yang merupakan bagian dari latihan dasar yang musti dikuasai para juru foto itu. That was the thing I’ve got in my midnight interview.

Kami duduk di depan barang-barang bawaan kami, dan kagum akan kuantitasnya yang extraordinary. Dengan barang sebanyak ini, yang jelas kami butuh kendaraan dengan bak terbuka. Dan ketika pula itu dia datang, jelas sekali tak akan cukup sekali angkut, karena hampir semua orang membawa ransel dan perlengkapan yang terkadang agak berlebihan. Namun, tentu selalu ada alasan untuk berjaga-jaga, atau lebih tepatnya khawatir. Sehingga ada salah seorang peserta yang membawa lebih dari 14 stel pakaian, plus jaket dan pakaian renang hanya untuk 4 hari liburan…OM God. And “She” said “I don’t think it’s enough” haha.. Dan setelah kutanya, inilah perjalanan pertamanya dimana semua serba misteri hingga setiap detil perlengkapan, perbekalan, hingga semua cadangan musti disiapkan secara optimal dan jauh-jauh hari, dan hal itu bisa aku maklumi.

Sejenak keriuhan mulai berkurang dan aula tersebut sedikit lengang. Kucoba menaiki tangga disana dan melihat sekeliling, sekaligus sekedar berteduh dengan hembusan angin yang cukup membius. Di meja FO tampak seorang pemuda yang selalu tersenyum ketika disapa. Dengan rela dia memberikan informasi kepada para pelancong meskipun tampaknya barusaja dia menghadapi serbuan pertanyaan dari wisatawan yang baru saja tiba. Dan buku tamu itu pun disodorkan ketika ku mendekat kesana. Dengan sapa dia memintaku mengisi buku itu, dan memberikan selembar brosur promosi yang berisi informasi spot-spot wisata menarik di Gugusan kepulauan karimunjawa. Ternyata lembaran itu adalah lembaran tersisa, yang sebenarnya disimpan untuk dirinya sendiri. Namun tentunya, dia sudah mengenal daerah ini dan merelakannya diberikan ke pengunjung hari ini.

Kembali ke tempat tunggu, sesaat sebelum mobil kembali datang dan kami angkat sisa barang bawaan, untuk kemudian sekaligus menjadi penumpang di kendaraan karena sisa tempat yang masih bisa digunakan. Beberapa orang ikut naik, entahlah aku saja ataupun mereka juga merasakan penat, meski sebelumnya kami cuman duduk menunggu dan berharap. Beranjak kami ke mobil itu dan kemudian berjalan. Kulihat sekitar dan coba melakukan assesement, mulai kondisi jalan, bentuk rumah, kegiatan masyarakat, beberapa hal konyol lain, seperti drainase, pembuangan limbah, kegiatan ekonomi…haha, selayaknya instrumen yang telah kusiapkan ala kadarnya di malam sebelum aku berangkat. Yah, meskipun tidak semua tercatat. But, semua terekam dengan jelas lewat mata, dan pikiran…meskipun sebagian besar yang kuingat adalah bagian goncangan di kapal barusan yang cukup membuatku nyaris kehilangan kesadaran...hihi.

Bagian yang paling menyenangkan ketika ternyata ada tempat sisa untuk kami menumpang di bak terbuka. Dengan berimpitan dan diantara tumpukan barang bawaan rekan-rekan lain yang telah menapakkan kaki dan melangkah menuju ke penginapan, kami bergelayutan di kendaraan bak terbuka yang sebenarnya juga mesti mendapat beban ekstra bagi sekumpulan backpacker yang rada ogah-ogahan untuk berjalan. Dan dengan sekuat tenaga mesin mobil itu meraung pada angkatan perseneling pertama yang hampir menguras suplai bahan bakar yang tampaknya masih menggunakan bahan bakar bersubsidi. Namun, sesaat kemudian mulailah mobil itu berjalan dan membelah jalinan sempit pulau caribia di utara jawa, yang barangkali di sandingkan dengan Maladewa, Hawaii, Vanuatu..ataupun negara-negara kepulauan lain yang kebanyakan secara geologis merupakan back arc dari sirkum pegunungan dunia….meskipun tak semua, yang juga mengalami permasalahan serius karena kenaikan tinggi permukaan air laut sebagai dampak global warming. Itulah sebabnya mengapa mereka berteriak lantang saat diadakan pertemuan UNFCCC di Bali ketika itu, di saat negara-negara Eropa menganggap hal tersebut sebagai hal yang tidak terlalu serius. Bahkan mereka membentuk paguyuban negara-negara kepulauan yang sangat rentan tenggelam akibat perubahan iklim, dengan nama AOSIS "Alliance of Small Island States". Yah, namun tentu mereka tidak akan bisa berjuang sendiri tanpa adanya dukungan dari negara kepulauan seperti Indonesia yang tampaknya juga tak terlalu repot dengan isu global ini, bahkan tampaknya angka pengrusakan hutan, dan pencemaran lingkungan juga tidak menurun secara signifikan sebagai dampak minimnya law enforcement dalam masalah lingkungan.

Sejalan dengan putaran roda yang mulai melambat, sampailah kami di penginapan yang ternyata tak sampai satu menit dengan berkendara. Kuberharap mobil ini berjalan agak lebih lama sambil kumenghirup udara pantai dan melihat pemandangan masyarakat asli pulau. Tapi tampaknya destinasi siang itu pun berakhir di depan sebuah warung kecil di pinggir jalan. Dan kulihat teman-teman yang lain sudah memegang gelas berisi es kelapa muda yang cukup menggairahkan bagi para petualang sejati meski tak mau capek-capek jalan kaki. Dan refleks kami langsung menghampiri sumber pangan satu-satunya yang diperbolehkan untuk disantap tanpa harus mengeluarkan kocek yang tak seberapa. Karena di pulau ini tak kutemukan ATM, atau bank besar…hanya koperasi nelayan yang tak mungkin memberikan pinjaman untuk segelas minuman. Setelah itupun kami bergegas menuju homestay kami sesuai dengan grup yang telah disepakati secara sepihak oleh kami-kami sendiri. Masuklah kami ke kediaman Pak Fandi, seorang guru, ustad, dan putra dari tokoh masyarakat asli karimunjawa yang cukup hangat, open minded, dan terpelajar. Setidaknya, kami cukup banyak berbicara, terlebih karena kami sama-sama fasih berbahasa jawa sehingga tidak terlalu repot untuk sekedar membicarakan hal-hal sederhana dan tak juga malu untuk berbagi pengalaman masa kecil hingga berkeluarga.

Kami serombongan 4 pria 14 wanita..haha. Angka yang cukup menarik, but sebenarnya aku sudah siap untuk tak kebagian kamar dan musti nunggu lama untuk menggunakan kamar mandi. But itulah namanya berbagi, meskipun berteriak emansipasi, namun kurasa ini lebih tepat disebut diskriminasi…hehe, my jokes…don’t take this too much. Namun kurasa kami tim yang hebat, dengan berbagai keanekaragaman latar belakang, setidaknya kami bisa saling menghargai, terutama saat makan, dan mandi pagi. Serasa tinggal di kampung kecil berisi pemuda-pemudi tanggung yang siap berpetualang selama beberapa hari ke depan. Namun, sekali lagi Alhamdulillah kami akhirnya sampai di pulau ini, dan dengan penat yang masih dirasakan, kami menikmati hidangan yang telah disajikan sebelumnya dengan makan bersama dan saling berbagi rasa, sebagai bagian dari keindahan wisata di Pulau utama Karimunjawa. Kurasa hal-hal indah saja yang ingin kutampilkan, tapi relationship ini jelas sungguh sesuatu yang juga tak ternilai dan memberikan nuansa yang nyaman dan juga menyenangkan. Dan sekali lagi akan kupilah-pilah kembali memori liburan kemarin yang bisa kutulis ulang dengan melihat foto-foto kalian yang hampir 4 GB itu, dengan kelucuan, dan background keindahan pulau yang tak tergantikan.



3 Day 2 : If The Sun Shines Too Early


Day 2

Hari kedua kumulai sejak pukul 3.00, ketika si empunya rumah, mengisi bak penampungan air yang ternyata terletak di atas kamar. Itulah yang membuatnya tetap terjaga, untuk memastikan bak itu tidak meluap dan membuat banjir lokal di dalam rumah. Suara berisik mesin pompa membuat tidurku yang kebetulan juga setengah-setengah menjadi terganggu, lebih tepatnya memaksaku untuk menemani beliau bicara sedikit banyak hal. Kami tidak memilih tema yang berat ketika itu, sekedar membahas rekan-rekan kami yang kebetulan sedang beristirahat dengan segala mimpi mereka.Kulihat di ruang tengah, tampak berserakan ransel besar dengan isinya yang telah dimuntahkan. Itupun sedikit mengingatkanku pada sebuah pemandangan disebuah universitas di Yogya, dimana banyak pria beruban dengan ransel dipunggungnya. Karena pemandangan semacam ini tak pernah kutemukan saat masih kanak-kanak. Kebanyakan yang mengenakannya adalah bocah-bocah berseragam putih merah itupun isinya cuman makanan dan beberapa buah buku dengan sampul rapi dan bertuliskan nama mereka. Barangkali pria-pria tua itu sedang bernostalgia,karena masa kecilnya yang tak kenal sepatu, seragam, apalagi tas punggung.Boleh jadi demikian namun bisa pula tidak, yang jelas pemandangan yang sebenarnya biasa itu menghiasi sudut-sudut kota pelajar.

Setelah sejenak melakukan tanya jawab, dengan bahasa Jawa, sembari mengingat apa yang ada dalam instrumenyang telah kupersiapkan. Entahlah, kupikir sebagian besar yang kulakukan cuman menguap dan bertanya kapan shubuhnya. Dan setelah itu pun, seruan shalat ituberkumandang. Bergegaslah kumenuju mushola yang letaknya tepat di sebelah kiri rumah. Cukup mini memang, but Alhamdulillah masih ada juga yang datang memenuhi panggilan Tuhan, dan masih juga kutemui beberapa anak yang juga diajak untuk memenuhi kewajiban Sang Pencipta. Selesai mengerjakan shalat kukembali ke Pusat Komando, dan mulai kulihat aktivitas disana. Setidaknya beberapa dari teman telah bangun, meski cuman duduk dengan mata terpejam dan tatanan rambut yang sedikit lucu..haha. But, sleeping is the way you look honest, without no shame,do some ridiculous things... Untung tadi kagak ada yang liat aku tidur haha.Terbersit keinginan untuk mengambil gambar mereka, yang terakhir kali kulakukan itu saat SMA, dan tak terlalu menimbulkan sensasi luar biasa. Kupikir itu juga cukup kekanak-kanakan, jadi kubiarkan saja mereka dengan tampilan aslinya,sambil menikmati wajah lugu dan jujur mereka yang sebenarnya sangat mungkin untuk diabadikan.

Agenda yang kami sepakati sebenarnya pagi ini adalah berburu sunrise di sebelah timur pulau, yang menurut informasi, semestinya seorang pemburu sunrise musti standby pukul 4.00 pagi, dan sebenarnya sudah disepakati semalam sebelumnya. Namun, tampaknya semangat saja tak cukup ampuh untuk dapat membangunkan kami-kami lebih awal, hanya beberapa abnormal saja yang kebetulan terpaksa bangun jauh-jauh dari kesepakatan. Dan kulihat waktu sudah menunjukkan pukul 5.03. terlambat 63 menit dan kita masih sibuk dengan urusan kamar mandi, karena sesuai prediksi, spot itulah yang bakalan diperebutkan selain sunblock dan sepiring nasi. Untung aku tak perlu antri tadi..haha. Dan beberapa akhirnya keluar dari rumah, dan siap dalam perburuan. Mungkin sebenarnya kamilah yang diburu, karena langit tampaknya sudah mulai terang, meski jarak pandang masih terbatas.

Tetap dengan jaket ijo, njeans coklat..rada gak konek, but nevermind, aku dan beberapa teman lain sudah start untuk jalan. Ada Egih, Yunni and Fie yang kebetulan dapet motor pinjeman,n langsung meluncur ke lokasi. But, aku lebih memilih kaki ini sebagai moda transportasi compact yang tak perlu banyak persiapan. Cukup stretching dan pemanasan yang sebenarnya sudah kulakukan sebelumnya. Bersama Teteh Lusi, gadis kelahiran 1982 yang musti melakukan negosiasi panjang kepada Bundanya untuk liburan 4 hari di Karimunjawa...oke, u did a good job. Kami berjalan cepat menyusuri kampung yang ternyata masih hening, sambil berekspektasi akan mendapat pemandangan indah nanti. Meskipun sebenarnya kami tak tahu sedang berjalan kemana, namun Mental Map yang secara natural aktif dalam diri seorangpria, memastikan kami tahu arah yang hendak kami tuju sekaligus mengatur nafas sehingga tak sampai merasakan ngilu karena kekurangan suplai oksigen pada bagian-bagian tubuh tertentu. Sambil membicarakan hal simpel, ku berharap ada kendaraan lewat agar bisa mengejar ketertinggalan kami setidaknya untuk sisawaktu perkiraan 15 menit sebelum matahari mulai menunjukkan dirinya dengan intensitas cahaya yang berlipat ganda dari sebelumnya.

Tiba-tiba seorang pria paruh baya muncul dengan motor dan lewat di depan kami. Kucegat dia sambil menawarkan diri untuk menjadi penumpang pertamanya pagi ini. Beliau bukanlah tukang ojek memang, namun tak perlu banyak bicara akhirnya dia mau mengangkut kami menuju ke Nirvana Lodge yang cukup terkenal di pulau ini. Kami berdua yang sebenarnya sudah masuk kategori dewasa ini numpang di motornya yang sebenarnya agak kurang meyakinkan untuk kami berdua. Namun ternyata sanggup juga motor itu menggerakkan rodanya meski aku yakin sebagai pengemudi musti ekstra hati-hati,karena bisa saja motor itu jebol karena kelebihan beban. Sebelumnya akupun memberi tahu kami hendak menuju Nirwana Lodge, dan Bapak itu pun tahu dimana tempatnya. Lumayanlah dapat tumpangan pikir kami, so kami tak harus berjalan berkilo-kilo meter untuk menuju lokasi penampakan sunrise pagi itu. Bayangan kami pun salah, ternyata sekali lagi tak sampai 50 detik kami ternyata sudah sampai lokasi yang ternyata hanya beberapa meter saja dari tempat kami terakhir. Dan dengan motor itupun kami diantar hingga masuk melewati gerbang masuk dan jalan menurun dan sedikit berlaku, namun dengan material jalan yang terbuat dari batu alam yang relatif mahal menurut kalkulasiku.

Berhentilah kami di ujung jalan, yang menghadap ke pantai yang sangat memukau, indah, dan mempesona.Butiran pasir putih, dengan pinggiran nyiur kelapa rindang, dan bangunan villa yang sangat unik dan eksotis terpadu dengan langit yang mulai kemerah-merahan saat matahari mulai menampakkan diri di ufuk timur. Sebenarnya kami janjian denganSi Egi, Yuni dan Fie di tempat itu, namun ternyata setelah dikonfirmasi via telepon kami benar-benar memasuki tempat yang salah. Tapi tak apalah karena kita melihat matahari dan laut yang sama. Melihat sebentar ke ufuk timur dan merasakan keanehan. Barulah aku sadar saat itu adalah Bulan Juni dimana matahari berada di belahan bumi utara, sehingga matahari terbit agak lambat bagi kita yang berada sekitaran Pulau Jawa yang berposisi di belahan bumi selatan. Kupikir kami tak terlalu terlambat, meski saat ini menunjukkan pukul 5.25. Tapi tak apalah, meski demikian tampaknya banyak juga orang-orang yang telah datang sebelum kami dan menjelajahi villa tersebut, dengan bangunan berada di sisi tebing karang dan arsitektur etnik dengan kombinasi gebyok Jawa dan atap rumbia. Si Lusi yang emang punya insting untuk poto-poto, langsung mencari posisi tanpa komando, dengan sedikit improvisasi beberapa gambar telah terabadikan baik awan, laut, ataupun pria berjaket ijo yang sebenarnya tak terlalu suka dipoto..haha. beberapa keunikan tempat itupun akhirnya menjadi sasaran bagi si Lusi yang sedang on fire meski belum sarapan, tapi tampak sekali ia cukup fasih memutar lensa, mensetting tombol @#%&^ (entah apaitu) dan hasilnya pun yah lumayan lah...haha. Ini semua ternyata cuman soal perspektif...coz bagiku pemandangan ini tak ubahnya pantai yang cukup tertata,tanpa banyak melakukan rekayasa teknis selayaknya kota-kota di Pantura jawa yang selalu bermasalah dengan abrasi dan intrusi air laut..Entah benar entah salah bukankah laut sudah ada disana sebelum kita dilahirkan, sebelum ditemukan kamera, handphone, sandal, bahkan sebelum lahirnya budaya...Laut sudah lebih dulu tercipta dan melakukan fungsi ekologisnya. Namun, tekanan penduduk, beserta seluruh aktivitas masyarakat yang sebagian besar tinggal di kawasan pesisir namun orientasi maritim tampaknya masih belum membudaya. Bagi kita mungkin laut tak ubahnya seperti kolam raksasa dengan ikan di dalamnya, atau juga tempat sampah raksasa dimana limbah dan kotoran-kotoran sisa itu bermuara...Naudzubilah.Sekali lagi mengingatkan kalo itung-itungan itu benar, efek global warming menyebabkan 2 triliun ton es di kutub utara mencair, bayangkan saja kalo itu Tepung gandum..Oh God. Pastilah harga batagor tak semahal sekarang. Banyak dari pulau-pulau telah tenggelam akibat kenaikan permukaan air laut, dan entah kapan kita masih bisa menikmati keindahan Karimunjawa, yang secara kasat mata juga mengalami hal serupa meskipun masih dalam tahap yang tidak terlalu mengkhawatirkan.

Teh Lusi masih tetap sibuk dengan kamera baru hasil tabungan yang 13 miliar itu...wkwk. Sementara matahari sudah mulai secara total menyinari teluk itu dan cukup membantu para juru poto itu untuk menghemat baterai karena tak perlu lagi menggunakan blitz,dan kulihat jam di hendphone ternyata sudah pukul 6.36, dan perlulah untuk segera bergegas kembali ke homestay dan mengambil nomor antrian kamar mandi.Mulailah dengan sisa tenaga yang ada kami berjalan pulang, dan tetap dengan mata di belakang kamera, Si Lusi yang kebetulan kali ini jadi pemeran utama mengambil gambar dari obyek yang menurutku biasa-biasa saja. Tak terlalu menarik dan istimewa untuk ukuran villa...wkwk, terlebih kami harus berjalan menanjak dengan sisa tenaga yang tak seberapa hingga sampailah di gerbang utama villa dengan seorang pemuda tanggung yang menyapa dan meminta bayaran masuk ke villa. Agak unik memang, uang masuk ditarik ketika seseorang keluar...dengan angka yang cukup fantastis pula yakni $1,25 per kepala. Sama dengan 6 mangkok es campur yang kunikmati malam sebelumnya. Dan sekali lagi pemeran utama dengan sigap membayar tarif siluman itu untuk dua orang, terlebih karena si figuran datang dengan tanpa membawa apa-apa.

Setelah merelakan uang untuk biaya perawatan dan kebersihan mulailah kami berjalan pulang dan sekali lagi berharap ada kendaraan yang lewat untuk mengangkut kami pulang karena jarak yang rada lumayan. Sejenak tampak ada kendaraan lewat, dan berusaha kuhentikan. Namun kali ini tak beruntung, perempuan yang tampaknya masih sedang belajar menggunakan sepeda motor itu hanya lewat dengan raut yang agak kebingungan..haha. Sekali lagi Tuhan memberikan kemudahan pagi itu, lewatlah seorang pemuda yang mengendarai motor tua, dan kuhentikan dengan sedikit posisi menghadang. Meskipun akhirnya dia sadar bahwa kami hanya ingin menumpang, namun sebelumnya dia terlihat gugup karena pada saat itu dia tak membawa STNK, helm,bahkan sekedar alas kaki. Namun pagi itu kami tak sedang melakukan operasi penertiban. Hanya sekedar mencari tumpangan untuk kembali ke rumah tempat kami menginap. Dan akhirnya dengan memanfaatkan lebar jog yang tak seberapa. Hinggasi sopir musti maju hingga duduk di tangki bahan bakar, karena sekali lagi maaf..satu diantara kami berbadan agak lebar, so posisi penumpang mesti ditata sedemikian rupa hingga ku juga musti duduk di begel belakang motor sehingga ketika ada guncangan, tulang ekor terasa bergetar beberapa richter selayaknya gempa.

Kuakui sekali lagi bahwa motor buatan Jepang memang dapat diandalkan. Meski dengan tipografi yang bergelombang (naik-turun) dengan beban yang luar biasa, motor 100 cc yang sudah rada karatan itu tetap bisa melaju meski suspensi dan kenyamanan tak masuk dalam skor evaluasi. Tak sampai 5 menit kami sampai di titik perhentian, dan setelah berterimakasih dengan sosok penolong kami yang tidak mau disebutkan namanya, akhirnya perjalanan pagi itu selesai dengan ending yang luar biasa.Meski tak mengharu biru, dan barangkali bisa ditebak hasil akhirnya, yang jelas, kami berhasil pulang dengan kondisi utuh dan tanpa terluka. Dan siap untuk petualangan sebenarnya di perairan Laut Jawa, masih di Gugusan kepulauan Karimunjawa. Namun, sebelum hal itu terjadi, perlulah dulu mengantri mandi sekedar untuk menyegarkan diri untuk selanjutnya menyelami di beningnya airlaut, melihat terumbu dan ikan-ikan menari tarian selamat datang untuk kamipara backpacker sejati dan beberapa masih rookie.

Oke then, see you when I see you...

To Lusi - Gud Job...

Tuesday, August 17, 2010

10 Food Libido Enhancer


In order for you and your partner have sex more remarkable, it helps you both to eat foods that can increase libido. What foods are they?

1. Celery
Celery, which contains androsterone, a hormone that out through the sweat of men, can make a woman aroused.

How to enjoy: Wash and cut some sticks and then chew away.

2. Clam
Shells containing substances of high zinc increase sperm and testosterone production. Oysters also contain dopamine, a hormone known to increase libido.

How to enjoy: Clean the mussels, open and mix with ice cubes. You also can mix with fresh lemon.

3. Banana
Bananas contain the enzyme bromelain which is said to increase libido in men. Also, bananas contain potassium and vitamin B that can increase the power.

How to enjoy: After peeled, asking the couple to slowly eat and share them with you through the mouth.

4. Avocado
Avocados contain folic acid which helps in protein metabolism, which means giving more power. Avocados also contain vitamin B6 (a nutrient that increases male hormone production) and potassium (which helps regulate the thyroid gland in women).

How to enjoy: Cut in half, scoop the insides with your fingers, then let couples licking.

5. Almonds (or nuts in general)
Almon is the main source of fatty acids that are important in producing hormones for men's health. The smell of almonds is also guaranteed to stimulate female desire.

How to enjoy: Can be mixed with lettuce you eat to provide the energy you need.

6. Mango, "peach" and strawberries
Apply this liquid to make fruits and lick your whole body by the pair.

7. Having a speech impediment
Eggs contain high vitamin B6 and B5 which helps the balance between hormones and fighting stress.

How to enjoy: Squirt a bit of "caviar" and "champagne" as you start having fun or undercooked eggs swallowed before initiating sex.

8. Liver
Liver is a source of glutamine and can increase libido.

How to enjoy: Fried liver and mix it with some sliced garlic

9. Garlic
Garlic contains allicin, the element that can increase blood flow to sexual organs and is very effective in helping to increase libido.

10. Chocolate
Chocolate contains phenyl ethylamine, a chemical element that she says can lead to feelings of "love". Dark chocolate contains antioxidants that are excellent for keeping the immune system.


Source: Sharing Discourse - 10 Food Libido enhancer

Monday, August 16, 2010

Exotic fruit of the World's Best

Not unexpectedly, that of 10 exotic fruits are highly recommended to be enjoyed by the Western culinary world, it turns out there are in Indonesia. 10 is a very unique fruit [for those of them Caucasian ..] with interesting and delicious taste [although we have made regular], with no nutritional value lost by the fruits of their world ... well, interesting is not it?


1.
Ugli

uglifruit

Ugli is a mixture of grapefruit (citrus gedhe very similar to grapefruit) and sweet orange that can only be found in Jamaica. His appearance was not attractive at all, but it tastes very sweet and fresh, O yes .. This fruit is the only fruit that starts with the letter U in the English language.

2. Langsat.

langsat

Apparently the English language, the name of this fruit has remained unchanged. Surely you remember this fruit with sweet and sour taste which is always surprising and refreshing. This fruit was never cultivated to grow up in Hawaii in early 1900, but still can not succeed.

3. Sugar-apple.
sugar_apple

Fruit which in English is called Sugar Apple, with white flesh, looking like a giant raspberry. This fruit was better known as the fruit from Thailand than from Indonesia. In the Thai language, this fruit is called Noi-Na. According to the tongue of them Caucasian, this fruit is called extraordinary sweet and aromatic.

4. Red Guava.
jambu_batu

Somehow this fruit is now so well known by the name of Guava, which is actually the name in English. We should be proud, that in fact this fruit is one of the fruits 'super healthy', because it contains large amounts of vitamins A and C, Omega 3 and 6 unsaturated fatty acids, high fiber, but it was still delicious. According kulnier western world, the Red Guava is very very fragrant. Although indeed a remarkable seed numbers (between 112 to 535 eggs in a fruit), still, the fruit is very delicious.

5. Salak.
sal

Fruit native to Indonesia (and neighbors of course) is known by the name of Snake Fruit because his skin is similar to the scales of snakes. Certainly do not need to be reminded of the existence of hard seeds that can be eroded our teeth in the fruit, but not with them Caucasian, because this fruit is very seldom they meet. According to their tongue, the fruit is sweet and sour crispy with different levels, ranging from very crisp to soft and juicy fruit.

6. Soursop.
soursop-fruit

Nickname in English on the fruits of this extraordinary masamnya is Soursop or Guanabana. Seeds of the big things and lots of make fruit ni enjoyed quite difficult, but if you can enjoy it, it taste this fruit was regarded as a combination of strawberry and pineapple (make them Caucasian). This super sour fruit apparently contains lots of vitamin C, B1 and B2, and much enjoyed by the people of South America as a ice cream soda taste even soursop quite popular there.


7. Sapodilla.

sawo

Ever heard the name Lamut? Maybe Sapodilla? Two of this name is the name for the fruit turns out we Chrysophyllum. Many people in the western world to compare it with the caramel sweetness of fruit or candy. Be careful eating this fruit, because if the seeds ingested, often naughty and stuck in your throat! The uniqueness of this fruit is ripe will never dipohon, must be picked first, then he'll mature.

8. Chrysophyllum Manila.
sawomanila

In the world of international cuisine, this fruit is known by the name of Santol. This proved very popular fruit in Europe and America were so sweet, and is often used as raw fruit jam because it was damaged very quickly if not handled well and was very careful.

9. Asam Manis.
tamarind

Not a herbal lho! But the fruit of this acid is not acid at all, even sweet enough. These fruits thrive and breed well in Thailand. In Thailand, the fruit is usually encountered as a snack and some were even brave enough to eat it with rice as a side dish.


10. Rose Apple.
jambuair

In English, this fruit is called Rose Apple, or was known in the American market as champoo, referred to as the most interesting exotic fruits in the world. According to them Caucasian tongue, this fruit has the smell and taste like roses. The fruit is hard to come by in Europe and America because of rapid deterioration. This according to them Caucasian fruit is crisp fruit with a delicious flavor.


translated by Budi S.R.,
from http://sersankreatif.blogspot.com

Lain-Lain